Tips PDKT Sama Cewek

Minggu, 30 Januari 2011

Kebanyakan pria tak cukup pandai dalam hal bercumbu-rayu. Sebenarnya hal ini bukan melulu tergantung pada 'bakat alami', menggoda lawan jenis memiliki beberapa dasar yang dapat dipelajari oleh setiap orang. Berikut beberapa tip tentang merayu wanita yang akan mengarahkan Anda jadi pria yang dipuja.
Isyarat Fisik Dan Verbal
1. Postur dan posisi - Postur Anda mengkomunikasikan segalanya. Anda perlu melengkungkan punggung dan sedikit menonjolkan dada Anda. Ambil jarak, saat Anda berbicara dengan seorang wanita, posisikan diri Anda tak jauh dari dua kaki. Anda tak perlu terlalu dekat dengannya, tapi sedikit lebih dekat dari jarak yang biasa dilakukan dalam percakapan normal.

Atur posisi terbuka sepanjang waktu. Saat Anda sedang berusaha merayu seorang wanita, jangan sekali-kali bersedekap atau memasukan tangan ke dalam saku. Jika Anda ingin mencoba membuatnya melihat Anda, mundurlah sedikit, jika dia mengikuti gerakan Anda, maka itu sebuah pertanda bagus.

2. Mata bertemu mata, merupakan alat efektif dalam seni merayu. Gunakan mata Anda untuk memberi tatapan penuh kekaguman. Hal itu cukup mungkin untuk membuat hati seorang wanita kalang-kabut. Jika Anda kebetulan melewati seorang wanita yang ingin Anda goda, beri tatapan dua kali pada matanya, lalu berpindahlah perlahan. Dan berikan senyuman saat Anda hendak memalingkan wajah. Kalau dia tanggap, maka dia akan menangkap isyarat ketertarikan Anda.

3. Sentuhan juga boleh dilakukan. Sebagai awalnya, sentuh pundak atau tangannya sewaktu Anda berbicara dengannya. Namun untuk sentuhan ini, Anda mesti hati-hati, jangan sampai sentuhan tersebut diartikan sesuatu yang kurang ajar atau melecehkan. Yang perlu Anda ingat, jangan keluar jalur, atau si wanita malah jadi sebal pada Anda.

4. Bersikaplah agresif. Kaum wanita menyukai pria-pria yang tak takut melakukan apapun demi mendapat yang diinginkannya. Saat Anda menujukkan 'pengejaran' dengan penuh rasa percaya diri dan tak kenal takut, maka ia akan mulai melihat Anda sebagai sosok yang berbeda. Jangan pelit memberi pujian pada wanita...ungkapkan apa yang Anda pikirkan, asal itu dalam batas wajar.

5. Berikan ungkapan jujur. Jika Anda telah menyampaikan bahasa tubuh yang tepat, apa yang Anda katakan tak sepenuhnya penting. Hanya saja, usahakan untuk membuat percakapan tetap hidup. Lemparkan topik yang bukan hal serius, bukan pula percakapan yang terlalu mendalam. Jangan melulu bicara tentang diri Anda, tapi gali pula hal-hal yang membuat lawan bicara Anda terlibat. Bersikaplah terus terang, meski demikian, tetap fokuskan pada hal-hal yang membuatnya tertarik. Beri pujian pada penampilannya, tapi jangan berlebihan. Anda juga bisa merayunya dengan mengatakan betapa dia pandai dalam sesuatu, misalnya memilih warna baju yang sesuai, atau dalam melakukan permainan atau apapun yang Anda tahu dia bisa melakukannya. Dan pastikan untuk menunjukan ketertarikan Anda dalam isyarat tubuh saat melakukan percakapan ini.

Isyarat Jiwa
Jangan perlihatkan perasaan gugup sewaktu Anda mendekati seorang wanita, pancarkan rasa percaya diri dan yakin kalau Anda mampu mengontrol situasi ini. Tunjukan Anda merasa nyaman dan aman...para wanita menyukai pria yang memiliki rasa aman. Ingat, seorang yang percaya diri dan merasa aman sangatlah memikat. Itulah kenapa kebanyakan wanita enggan dengan pria yang sombong dan grogi. Rasa percaya diri dapat ditunjukan dengan tidak bicara gugup, tidak duduk/berdiri dengan gelisah, menatap langsung ke mata dan suara tidak terdengar gemetar.

2. Untuk membuat seseorang menyukai Anda, khususnya wanita, Anda mesti selalu terlihat gembira, antusias dan menebarkan rasa senang. Saat hendak merayu seorang wanita, tampilah dengan penuh energi dan pikiran yang positif.

Anda mungkin telah memiliki trik-trik tersendiri untuk memikat lawan jenis yang Anda taksir, dan semoga tips yang kami berikan ini dapat menambah trik yang telah Anda miliki.

sumber : aamboyz.blogspot.com

atau di Link

Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 21.12 0 komentar  

7 Sebab Tak Kunjung Langsing

Demi tubuh cepat langsing, Anda rela menghapus makanan favorit, juga olahraga sepanjang hari. Yakin akan berhasil?

Simak 7 kesalahan upaya penurunan bobot tubuh.

1. Tidak Makan Sama Sekali
Begitu terobsesi dengan diet, melompati jam makan menjadi sebuah kebiasaan baru. Sampai-sampai semua jam makan terlewatkan. Cara ini cukup ampuh menurunkan berat badan. Tapi sayangnya, hal ini malah akan membuat bobot Anda naik. Melompati jam makan membuat sistem metabolisme terganggu. Hasilnya? Anda akan merasa lapar sepanjang hari dan makan lebih banyak. Di samping itu, selain pencernaan terganggu, tubuh Anda menjadi lebih mudah lelah dan tak bergairah karena kekurangan gizi.

2. Makan Banyak dalam Satu Waktu
Ada trik lain selain tak makan sama sekali, yaitu dengan makan yang banyak dalam sekali makan. Pola ini akan membuat tubuh memasok kalori yang lebih besar dan menimbun lemak. Tubuh membutuhkan energi sepanjang hari. Makanan yang Anda makan dengan pola tadi akan mudah dibakar oleh tubuh, jika Anda membaginya dalam tiga waktu makan, dengan porsi yang sama. Lebih efektif jika Anda makan sedikit namun sering dibanding makan banyak hanya satu kali.

3. Percaya Pada Obat Pelangsing
Demi tubuh cepat langsing, Anda rela menghapus makanan favorit, juga olahraga sepanjang hari. Yakin akan berhasil?

Simak 7 kesalahan upaya penurunan bobot tubuh.

1. Tidak Makan Sama Sekali
Begitu terobsesi dengan diet, melompati jam makan menjadi sebuah kebiasaan baru. Sampai-sampai semua jam makan terlewatkan. Cara ini cukup ampuh menurunkan berat badan. Tapi sayangnya, hal ini malah akan membuat bobot Anda naik. Melompati jam makan membuat sistem metabolisme terganggu. Hasilnya? Anda akan merasa lapar sepanjang hari dan makan lebih banyak. Di samping itu, selain pencernaan terganggu, tubuh Anda menjadi lebih mudah lelah dan tak bergairah karena kekurangan gizi.

2. Makan Banyak dalam Satu Waktu
Ada trik lain selain tak makan sama sekali, yaitu dengan makan yang banyak dalam sekali makan. Pola ini akan membuat tubuh memasok kalori yang lebih besar dan menimbun lemak. Tubuh membutuhkan energi sepanjang hari. Makanan yang Anda makan dengan pola tadi akan mudah dibakar oleh tubuh, jika Anda membaginya dalam tiga waktu makan, dengan porsi yang sama. Lebih efektif jika Anda makan sedikit namun sering dibanding makan banyak hanya satu kali.

3. Percaya Pada Obat Pelangsing
Obat pelangsing mampu menurunkan berat badan secara cepat. Namun perlu Anda ingat, cara mudah ini dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, seperti dehidrasi, gagal ginjal dan kerusakan hati, jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Obat pelangsing biasanya akan membuat Anda ketagihan. Setelah penggunaan dihentikan, tubuh akan kembali gemuk seperti sediakala atau bahkan lebih. Cara ini tidak dapat diandalkan untuk mendapat tubuh sehat dan ideal secara permanen.

4. Banyak Minum untuk Menghilangkan Lapar
Untuk mendapatkan efek kenyang, kebanyakan orang menyiasatinya dengan minum air putih. Minum air putih sesuai kebutuhan memang baik, namun jika mengkonsumsinya secara berlebihan akan menjadi bumerang untuk diet. Minum banyak sepanjang waktu malah akan memperbesar kapasitas lambung, dan merusak sistem enzim. Kapasitas lambung yang besar akan membuat Anda lebih mudah lapar. Satu buah apel di sore hari bisa menjadi siasat yang baik bagi lambung.

5. Olahraga Berlebihan
Demi menjadi langsing, Anda pun rela mengorbankan waktu dua jam tiap harinya untuk berada di tempat fitnes. Efektifkah? Olahraga yang berlebihan justru membuat Anda kelelahan, di samping dapat membuat otot dan perut cedera. Ingat, tubuh memerlukan istirahat. Untuk menghindari hal ini, pilihlah olahraga tanpa beban, seperti lari-lari kecil, menggerakkan kedua tangan, lompat tali, atau sekadar berjalan kaki selama satu jam. Anda cukup melakukan latihan ini tiga kali seminggu secara rutin.

6. Tidak Makan Daging
Daging mengandung protein dengan kadar asam amino yang paling baik dibandingkan makanan lainnya. Protein merupakan unsur gizi yang sangat penting untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Jadi, jangan sampai Anda meninggalkan makanan penting ini. Kekurangan protein menjadi salah satu alasan timbulnya penyakit seperti kanker payudara, kanker usus besar, penyakit jantung, dan osteoporosis. Selipkan seporsi daging pada menu makan siang, bersama dengan nasi dan sayuran. Makanlah sebanyak setengah porsi dari porsi biasa.

7. Menghindari Makanan Favorit
“Bye-bye” kini tak usah lagi Anda ucapkan kepada makanan favorit Anda seperti pizza, cokelat, dan ice cream. Bisa memakan makanan yang Anda sukai dapat memberikan motivasi dan kepuasan batin. Mengidam-idamkan makanan yang tak bisa dimakan malah akan membuat Anda tak bahagia. Tak ada salahnya memberikan hadiah pada lidah seminggu sekali. Diet yang rasional dan tidak terlalu ekstrem adalah kunci sukses mendapatkan tubuh ideal yang bertahan lama. Obat pelangsing biasanya akan membuat Anda ketagihan. Setelah penggunaan dihentikan, tubuh akan kembali gemuk seperti sediakala atau bahkan lebih.

Cara ini tidak dapat diandalkan untuk mendapat tubuh sehat dan ideal secara permanen.

1. Banyak Minum untuk Menghilangkan Lapar
Untuk mendapatkan efek kenyang, kebanyakan orang menyiasatinya dengan minum air putih. Minum air putih sesuai kebutuhan memang baik, namun jika mengkonsumsinya secara berlebihan akan menjadi bumerang untuk diet. Minum banyak sepanjang waktu malah akan memperbesar kapasitas lambung, dan merusak sistem enzim. Kapasitas lambung yang besar akan membuat Anda lebih mudah lapar. Satu buah apel di sore hari bisa menjadi siasat yang baik bagi lambung.

2. Olahraga Berlebihan
Demi menjadi langsing, Anda pun rela mengorbankan waktu dua jam tiap harinya untuk berada di tempat fitnes. Efektifkah? Olahraga yang berlebihan justru membuat Anda kelelahan, di samping dapat membuat otot dan perut cedera. Ingat, tubuh memerlukan istirahat. Untuk menghindari hal ini, pilihlah olahraga tanpa beban, seperti lari-lari kecil, menggerakkan kedua tangan, lompat tali, atau sekadar berjalan kaki selama satu jam. Anda cukup melakukan latihan ini tiga kali seminggu secara rutin.

3. Tidak Makan Daging
Daging mengandung protein dengan kadar asam amino yang paling baik dibandingkan makanan lainnya. Protein merupakan unsur gizi yang sangat penting untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Jadi, jangan sampai Anda meninggalkan makanan penting ini. Kekurangan protein menjadi salah satu alasan timbulnya penyakit seperti kanker payudara, kanker usus besar, penyakit jantung, dan osteoporosis. Selipkan seporsi daging pada menu makan siang, bersama dengan nasi dan sayuran. Makanlah sebanyak setengah porsi dari porsi biasa.

4. Menghindari Makanan Favorit
“Bye-bye” kini tak usah lagi Anda ucapkan kepada makanan favorit Anda seperti pizza, cokelat, dan ice cream. Bisa memakan makanan yang Anda sukai dapat memberikan motivasi dan kepuasan batin. Mengidam-idamkan makanan yang tak bisa dimakan malah akan membuat Anda tak bahagia. Tak ada salahnya memberikan hadiah pada lidah seminggu sekali. Diet yang rasional dan tidak terlalu ekstrem adalah kunci sukses mendapatkan tubuh ideal yang bertahan lama.




kompas Link

http://kaoscouple99.multiply.com

Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 21.08 0 komentar  

Macam-Macam Hipertensi

Rabu, 19 Januari 2011

MACAM-MACAM HIPERTENSI



      Hipertensi resisten adalah suatu kegagalan untuk mencapai target Tekanan Darah yang diinginkan pada pasien hipertensi dengan menggunakan tiga macam obat dosis penuh termasuk diuretik. Tekanan Darah diastolik yang selalu menetap di atas 90 mmHg dengan minimal dua kali pengukuran di tempat praktik pada waktu yang berbeda dan satu kali pengukuran di rumah dengan alat pengukur Tekanan Darah rumahan atau Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) selama 24 jam. Hampir 40% pasien yang dirawat oleh dokter umum atau spesialis menunjukkan resistensi terapi.
      Hipertensi resisten kini lebih banyak dijumpai pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahun daripada yang lebih muda. Penggunaan konsumsi obat diuretik dengan dosis yang tidak cocok sering menjadi penyebab Hipertensi.

Hipertensi resisten antara lain disebabkan oleh beberapa factor antara lain :
1.  Cara pengukuran Tekanan Darah tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan tingginya tekanan intra-arteri pada hasil pengukuran. Pembacaan yang terlalu tinggi dapat juga terjadi pada pasien dengan klasifikasi atau arteriosklerosis pada arteri brakhialis sehingga tidak dapat dikompresi penuh. Dapat juga terjadi pada hipertensi white-coat. Masalah ini dapat diatasi dengan pengukuran Tekanan Darah di rumah atau dengan pembacaan ABPM.

2.   Kelebihan cairan: kelebihan asupan natrium/garam, retensi cairan karena penyakit ginjal dan terapi diuretik yang tidak cocok. Diuretik tiazid direkomendasikan untuk sebagian besar pasien hipertensi, sedangkan loop diuretic diperlukan pada pasien dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) atau gagal jantung.

3.  Terinduksi obat atau penyebab lain: non-adherence, dosis yang tidak cocok, kombinasi tidak tepat, interaksi dengan obat lain seperti Non Steroidal Anti-Inflamatory Drugs (NSAID), inhibitor cyclooxygenase-2 (COX-2), kokain, amfetamin, fenotiazin, simpatomimetik (dekongestan, anorektik), tembakau, kafein, kortikosteroid, hormon kontrasepsi oral, hormon steroid adrenal, siklosporin dan takrolimus, eritropoietin, licorice (termasuk permen tembakau), suplemen dan obat tertentu (misal ephedra, mahaung, jeruk bitted).

4.   Kondisi yang berkaitan: obesitas, minum alkohol berlebihan.

5.   Penyebab penyakit sekunder: penyakit parenkim ginjal, penyakit arteri ginjal, aldosteronisme, 
      feokromositoma, sindrom Gushing, hipotiroid atau hipertiroid, sleep apnea, dan koarktasio aorta.

Dikenal juga keadaan yang disebut krisis hipertensi. Keadaan ini terbagi menjadi dua jenis:
1. Hipertensi emergensi, merupakan hipertensi gawat darurat, dimana Tekanan Darah melebihi 180/120 mmHg disertai salah satu ancaman gangguan fungsi organ, seperti otak (perdarahan otak/stroke, ensefalopati hipertensi), jantung (gagal jantung kiri akut, penyakit jantung koroner akut), paru (bendungan di paru), dan eklampsia; atau Tekanan Darah dapat lebih rendah dari 180/120 mmHg tetapi dengan salah satu gejala gangguan organ di atas yang sudah nyata timbul. Jika Tekanan Darah tidak segera diturunkan dapat mengakibatkan komplikasi yang menetap. Oleh karena itu harus diturunkan dengan obat intravena (suntikan) yang bekerja cepat dalam beberapa menit maksimal satu jam. Pasien ini harus dibawa ke Intensive Care Unit (ICU) untuk dipantau Tekanan Darahnya dan diberikan obat-obatan parenteral. Target penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) dengan tidak melebihi 25% dalam hitungan menit sampai 1 jam dan jika stabil, dapat mencapai Tekanan Darah 160/100-110 mmHg dalam waktu 2-6 jam, karena penurunan yang lebih cepat akan menyebabkan iskemia koroner, otak dan ginjal. Terapi awal yang tepat untuk keadaan tersebut adalah memberikan nifedipine dengan kerja singkat. Jika tingkat Tekanan Darah tersebut dapat ditoleransi dan pasien stabil, Tekanan Darah normal dapat dicapai dalam 24-48 jam berikutnya.

2. Hipertensi urgensi: Tekanan Darah sangat tinggi (>180/120 mmHg), tetapi belum ada gejala seperti di atas. Tekanan Darah tidak harus diturunkan dengan cepat (dalam hitungan menit}, tetapi dapat dalam hitungan jam sampai dengan hari dengan obat oral. Gejalanya berupa sakit kepala hebat/berputar (vertigo), mual, muntah, pusing/melayang, penglihatan kabur, mimisan, sesak napas, gangguan cemas berat, tetapi tidak ada kerusakan target organ. Pasien dengan hipertensi urgensi dapat juga diberikan terapi oral yang bekerja short acting seperti kaptopril, labetalol atau klonidin dengan observasi yang ketat.

Pembagian hipertensi berdasarkan penyebabnya:
1. Hipertensi primer, adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya (hipertensi esensial). Terjadi peningkatan kerja jantung akibat penyempitan pembuluh darah tepi. Sebagian besar (90-95%) penderita termasuk hipertensi primer.

2. Hipertensi sekunder, merupakan hipertensi yang disebabkan oleh penyakit sistemik lain, misalnya gangguan hormon (Gushing), penyempitan pembuluh darah utama ginjal (stenosis arteri renalis, akibat penyakit ginjal (glomerulonefritis)}, dan penyakit sistemik lainnya (lupus nefritis). Jumlah hipertensi sekunder kurang dari 5% penduduk dewasa di Amerika.

Untuk melihat file selengkapnya silahkan click disini yg terdapat d Microsoft Word

Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 22.49 0 komentar  

Mekanisme Kerja Ginjal dan Saluran Kencing

Mekanisme Kerja Ginjal dan Saluran Kencing



      Pada umumnya tubuh kita memproduksi beberapa jenis limbah baik padat , gas, maupun cair, seperti keringat, gas karbon dioksida, feses, dan urin. Limbah-limbah tersebut dibuang dari berbagai saluran pengeluaran dari tubuh kita. Misalnya keringat dibuang melalui pori-pori di kulit, uap air dan karbon dioksida dibuang dari paru-paru melalui mulut dan hidung, dan sisa pencernaan dibuang dalam bentuk feses melalui anus. 
      Urin adalah buangan dari ginjal yang mengandung sisa-sisa metabolisme, seperti garam, racun, dan air yang dibawa oleh darah ke ginjal. Ginjal dan saluran kencing (termasuk ureter, kandung kemih, dan uretra) menyaring darah dan mengeluarkan sisa metabolisme yang terdapat di darah tersebut. Bayangkan tanpa ginjal, sisa metabolisme dan racun akan bertumpuk di darah sehingga dapat membahayakan nyawa kita.
      Selain membuang sampah dari tubuh, ginjal dan saluran kencing juga mengatur berbagai fungsi penting tubuh. Di antaranya, ginjal mampu memonitor dan mengendalikan keseimbangan air di dalam tubuh kita serta memastikan jaringan-jaringan didalam tubuh telah mendapatkan air yang cukup agar tetap sehat dan ginjal dapat berfungsi sebaik sebagaimana mestinya.
     Melalui sampel urin, dokter dapat mengetahui sebaik apa ginjal kita bekerja. Misalnya, keberadaan darah, protein, atau sel darah merah di urin mengindikasikan luka, peradangan, atau infeksi di ginjal. Selain itu, temuan glukosa di urin mengindikasikan penyakit diabetes.



Kegunaan Ginjal
      Meskipun manusia biasanya memiliki sepasang ginjal yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi-fungsi vital tubuh, namun seseorang tetap dapat hidup normal dan sehat dengan hanya satu ginjal. Bahkan, ada juga yang lahir dengan satu ginjal saja. Bila demikian, ginjal tunggal itu akan membesar dalam rentang beberapa bulan untuk mengambil alih kerja penyaringan seluruh darah. Volume darah yang tiba di ginjal adalah sekitar 1 liter per jam.
      Selain menyaring darah, memproduksi urin, dan memastikan kalau jaringan-jaringan tubuh mendapatkan air yang cukup, ginjal juga berfungsi mengatur tekanan darah, dan kadar garam di darah dengan cara menghasilkan enzim renin.
      Di samping renin, ginjal juga mengeluarkan hormon erythropoietin. Hormon ini berfungsi merangsang dan mengendalikan seluruh produksi sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh kita.
      Ginjal juga membantu mengatur keseimbangan asam di dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Bila asam di darah terjadi tidak seimbang, maka tubuh tidak dapat berfungsi secara normal seperti sedia kala.



Mekanisme Ginjal
      Ginjal bekerja mulai dengan kedatangan darah di bagian hilus (lekukan bagian luar ginjal) melalui arteri renal. Ketika memasuki korteks (kulit luar) ginjal, arteri kemudian bercabang menjadi nefron-nefron.
      Dalam satu ginjal, terdapat sekitar sejuta nefron yang berukuran sangat kecil itu. Proses penyaringan terhadap substansi berbahaya berlangsung di nefron karena masing-masing nefron memiliki filter bernama glomerulus.
      Dari glomerulus, darah akan bergerak melewati kapiler untuk kemudian tiba di tubule. Di sinilah kadar garam, air, dan sisa metabolisme disesuaikan. Darah yang sudah tersaring kemudian meninggalkan ginjal melalui vena renal dan kembali ke jantung. Sementara itu, residu penyaringan akan dibuang dalam bentuk urin. Selain residu, urin juga mengandung urokrom, pigmen yang membuat urin berwarna kekuningan.
      Urin kemudian berkumpul di renal panggul, kemudian diberangkatkan ke luar ginjal, tepatnya menuju kandung kemih, melalui tube bernama ureter.
      Ukuran kandung kemih dapat membesar ketika menampung urin, bahkan sampai sebanyak setengah liter urin. Manusia dewasa perlu memproduksi setidaknya sepertiga dari jumlah tersebut agar dapat membuang limbah dari tubuh. Bila menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit urin dapat dianggap sebagai indikasi gangguan kesehatan.
      Bilamana kandung kemih sudah penuh, syaraf di dindingnya akan mengirimkan rangsangan ke otak. Bila seseorang siap untuk urinasi atau buang air kecil, dinding kandung kemih akan berkontraksi dan sphincter (otot cincin yang menjaga pintu penghubung kandung kemih dan uretra) mengendur. Urin kemudian menyusuri uretra untuk kemudian dibuang ke luar tubuh manusia melalui lobang kencing yang berada di ujung penis (untuk lelaki) atau di atas vagina (untuk perempuan).

Gangguan pada Ginjal dan Saluran Kencing
Banyak penyakit yang dapat mengganggu kinerja ginjal dan saluran kencing, di antaranya:
  • Infeksi saluran kencing yang terjadi saat bakteri E. coli, memasuki sistem saluran kencing melalui uretra dan mulai menggandakan diri di kandung kemih. Beberapa tanda dan gejala yang dapat dikenali adalah hasrat yang kuat dan terus-menerus untuk buang air kecil, sensasi panas seperti terbakar saat buang air kecil, buang air kecil dalam kuantitas kecil beberapa kali, urin mengandung darah, berwarna keruh, atau beraroma menyengat, serta tes laboratorium menunjukkan positif ada bakteri di urin.
  • Nefrolitiasis atau batu ginjal yang berasal dari penumpukan kristal garam dan mineral di saluran kencing. Batu itu juga dapat terbentuk setelah infeksi. Bila ukuran batu dapat menghalangi saluran ginjal atau ureter, maka penderitanya akan mengalami rasa sakit perut yang parah. Biasanya batu ginjal dapat terbuang dengan sendirinya saat urinasi atau bisa juga diambil melalui tindakan operasi.
  • Gagal ginjal adalah ketidakmampuannya ginjal untuk melaksanakan fungsinya. Ginjal perlahan-lahan akan berhenti menyaring darah secara efektif sehingga menyebabkan limbah dan substansi racun bertumpuk di darah. Kebanyakan gangguan ini bersifat permanen dan penderitanya harus menjalani cuci darah rutin agar dapat bertahan hidup.
      Kerja ginjal dapat dikacaukan oleh tidak hanya ketiga gangguan di atas karena masih banyak hal yang dapat merusak ginjal sehingga secara langsung atau tidak langsung akan merusak kesehatan kita juga.

Untuk melihat file yang lebih jelas silahkan click disini

Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 22.28 0 komentar  

Olahraga Bagi Penderita Diabetes Mellitus

Minggu, 02 Januari 2011


OLAHRAGA BAGI DIABETES MELLITUS

Olahraga sangat baik untuk kesehatan dalam meningkatkan kesegaran jasmani bagi semua orang. Dimana-mana orang ingin berolahraga,tidak untuk berprestasi saja, tetapi untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi pasien Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, olahraga bukan saja untuk kesegaran jasmani, tapi juga bermanfaat sebagai pengobatan DM dan telah cukup lama dikenal sebagai salah satu upaya penanggulangan penyakit ini, di samping pengaturan makan, obat-obatan, dan pendidikan. Obat-obatan baru diberikan, apabila dengan diet dan olahraga tidak dapat menurunkan gula darah untuk mengendalikan DM.
Dengan olahraga atau latihan fisik dapat meningkatkan kepekaan jaringan terhadap insulin. Latihan fisik memerlukan kalori, menurunkan berat badan, menurunkan gula darah, dan mengurangi kebutuhan insulin. Pada DM Tipe I atau Diabetes Mellitus Tergantung Insulin (DMTI), peningkatan kepekaan jaringan terhadap insulin tersebut dapat mengurangi kebutuhan insulin. Adapun pada Diabetes Mellitus Tipe II atau Diabetes Mellitus Tidak Tergantug Insulin (DMTII), peningkatan kepekaan jaringan tersebut sangat penting dalam mengatur kadar gula darah.

Olahraga pada Orang Normal
Sebagai sumber bahan bakar (energi) utama otot manusia adalah glukosa (gula) dan asam lemak bebas. Dalam keadaan istirahat sumber energi otot utama adalah asam lemak bebas. Pada waktu mulai berolahraga, kebutuhan energi otot meningkat. Sebagai sumber energi pada beberapa menit pertama diambil dari glikogen dalam otot.

Olahraga pada Pasien Diabetes Mellitus
Proses pemakaian sumber energi (gula dan lemak) dalam olahraga pada pasien DM berbeda dengan orang normal oleh karena perbedaan peranan insulin. Sementara olahraga, maka otot-otot mengambil gula dari plasma darah sebagai energi sehingga kadar gula dalam darah turun. Hal ini merupakan suatu yang menguntungkan bagi pasien penderita DM, sehingga olahraga pada penderita DM juga sebagai suatu cara dalam mengendalikan kadar gula darah.
Reaksi metabolik dan hormon pada DMTI tergantung pada baik tidaknya kontrol DM pada waktu gerak badan dimulai. Bila kontrol DM baik atau sedang, gerak badan menyebabkan penurunan gula darah yang lumayan besar. Sebaliknya bila kontrol DM jelek atau kekurangan insulin berat dan terdapat ketosis, maka gerak badan akan menyebabkan kenaikan gula darah, asam lemak bebas, dan benda keton. Selanjutnya  gerak badan akan menaikkan mobilisasi lemak dan mengubah asam lemak bebas menjadi benda keton, jadi akan terdapat peningkatan gula darah (hiperglikemi), lemak tinggi (hiperlipidemi), dan ketosis. Gerak badan pada pasien DMTTI menunjukkan efek yang baik berupa penurunan kadar gula darah asalkan kadar gula darah tidak melebihi 250 mg%. Demikian juga terhadap metabolisme lemak. Bila hiperglikemi berat maka akan terjadi efek jelek berupa hiperlipidemi yang berat.

Manfaat dan Kerugian Olahraga Bagi Pasien Diabetes Mellitus
Perlu diketahui bahwa olahraga tidak selalu bermanfaat bagi setiap pasien DM, apalagi bila beban fisik yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi pasien. Sebagai contoh misalnya :
a.            kecenderungan terjadinya gula darah rendah (hipoglikemi) khususnya pada DMTI
b.            ransangan terhadap counter regulatory hormone yang mengakibatkan gula darah tinggi (hiperglikemi) lebih berat disertai timbulnya ketosis.

Namun bila program olahraga benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing pasien, selain bermanfaat dalam hal metabolisme karbohidrat, juga dapat menghambat mekanisme terjadinya komplikasi jantung dan pembuluh darah.

Kumpulan gejala ini merupakan penyebab dari DMTII di banyak negara maju di dunia, dan nampaknya pola hidup mempunyai peranan yang penting. Pembatasan masukan kalori saja belum dapat memperbaiki defek metabolisme seperti tersebut di atas, tanpa latihan fisik yang efektif dan teratur.
Dengan olahraga kadar gula dalam darah turun, maka dosis obat anti DM, suntikan ataupun tablet diturunkan. Kadang-kadang pasien tidak memerlukan obat anti DM, bila yang bersangkutan melakukan olahraga yang teratur.
Olahraga yang teratur memberikan manfaat pula bagi pasien DM, yaitu berkurangnya risiko komplikasi jantung dan dan pembuluh darah melalui mekanisme perbaikan profil lemak dan perbaikan hipertensi. Latihan fisik yang teratur ternyata bermakna menurunkan kadar trigliserida, LDL, serta menaikkan kadar HDL. Dalam olahraga lemak ini diperlukan untuk pembentukan gula oleh hati yang akan disalurkan ke otot-otot, sehingga kadar lemak akan turun. Perbaikan profil lemak tersebut memerlukan latihan fisik yang cukup intensif, misalnya olahraga lari 9 – 12 mil seminggu dan tingkatkan bertahap mencapai 40 mil seminggu.
Manfaat olahraga bagi pasien DM dapat diuraikan singkat sebagai berikut :
1.            Menurunkan kadar gula darah selama dan setelah olahraga.
2.            Menurunkan kadar insulin puasa dan sesuah makan.
3.            Meningkatkan kepekaan jaringan terhadap insulin.
4.            Menurunkan kadar glycosilated hemoglobin.
5.            Memperbaiki profil lemak (menurunkan kadar trigliserida, sedikit menurunkan kadar LDL, meningkatkan HDL).
6.            Perbaikan tensi pada hipertensi ringan sampai sedang.
7.            Mengintensifikasikan penggunaan sumber energi.
8.            Memperbaiki kondisi jantung dan pembuluh darah.
9.            Meningkatkan ketahanan fisik.
10.         Meningkatkan perasaan senang dan kualitas hidup.



dampak negatif atau kerugian dari olahraga bagi pasien DM adalah kecenderungan meningkatnya risiko-risiko sebagai berikut :
1.            Gula darah rendah selama dan setelah olahraga, khususnya dialami oleh pasien yang mendapat suntikan insulin.
2.            Gula darah tinggi akibat beban fisik yang terlalu berat.
3.            Gula darah tinggi dan ketosis pada DMTI
4.            Pencetus gangguan jantung dan pembuluh darah :
a.            angina pectoris (nyeri dada)
b.            infark miokard (serangan jantung)
c.            gangguan irama jantung (Aritmia)
d.            kematian mendadak (akut)
5.            Memburuknya gejala-gejala komplikasi kronik :
a.            Retinopati proferatif (perdarahan retina)
b.            Gangguan fungsi ginjal atau nefropati (proteinuria meningkat)
c.            Gangguan saraf perifer atau neuropati (trauma jaringan lunak dan sendi)
d.            Gangguan saraf otonom atau neuropati otonom (gangguan jantung dan pembuluh darah, hipotensi postural)

Kondisi Pasien Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemberian Program Olahraga Sebagai Penobatan Diabetes Mellitus
Seperti disebutkan di atas bahwa olahraga dapat memberikan manfaat maupun kerugian bagi pasien DM, oleh karena itu harus diketahui sebelumnya kondisi masing-masing pasien sebelum melakukan kegiatan olahraga, agar supaya olahraga yang dilakukan dapat memberikan manfaat, serta menghindari terjadinya akibat-akibat negatif yang tidak diinginkan.
Beberapa masalah yang perlu diketahui sebelum pelaksanaan program olahraga bagi pasien DM sebagai berikut :
1.            Pasien DM dengan kadar gula darah yang masih tinggi, mengalami kecenderungan gula darah tinggi lebih berat serta timbulnya ketosis sebagai akibat dari peningkatan kadar glukagon, katekolamin, dan glukokortikoid pada waktu olahraga.
2.            Beban fisik yang terlalu berat akan memacu rangsangan saraf simpatis terhadap produksi gula dari hati, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah dalam waktu pendek. Bila terjadi kekurangan insulin dalam keadaan ini, maka produksi keton oleh hati juga terpacu yang menyebabkan timbulnya ketoasidosis.
3.            Meningkatnya risiko gula darah rendah selama dan setelah olahraga pada pasien yang dapat suntikan insulin. Hal ini disebabkan oleh karena penyerapan insulin pada daerah suntikan menjadi lebih cepat sebagai akibat dari aliran darah yang bertambah.
4.            Untuk menghindari  terjadinya gula darah rendah, memberatnya gula darah tinggi, dan timbulnya ketosis, sebelum melakukan olahraga perlu diketahui kondisi pasien mengenai kadar gula darah, jumlah masukan kalori sebelum olahraga, macam, dan dosis insulin maupun obat penurun gula darah yang diberikan, jarak waktu antara suntikan insulin maupun pemberian obat penurun gula darah dengan latihan fisik.
5.            Mobilisasi preparat insulin dari tempat suntikan daerah subkutan, menjadi lebih cepat pada waktu pasien melakukan olahraga.
6.            Latihan fisik tungkai dapat meningkatkan kecepatan penyerapan insulin yang disuntikan subkutan pada tungkai tersebut, namun hampir tidak mempengaruhi kecepatan penyerapan insulin yang disuntikan pada lengan maupun perut. Oleh karena itu, pasien yang disuntik insulin pada lengan atau perut lebih kecil risiko mengalami gula darah rendah selama dan setelah melakukan latihan fisik tungkai.
7.            Pengamatan yang dilakukan terhadap pasien-pasien DMTTI, memberikan kesan perbaikan toleransi glukosa setelah melakukan olahraga teratur selama 1,5–3 bulan.adapun pada pasien-pasien DMTI, olahraga teratur selama 6 minggu dapat mengurangi kebutuhan insulin 10-18 unit perhari.
8.            Meningkatkan efek insulin akibat olahraga akan hilang dalam beberapa hari setelah latihan fisik dihentikan.
9.            Latihan fisik yang insentif dapat meningkatkan aktivitas protein pengangkut gula, sehingga pengangkutan gula ke dalam sel lebih efektif.
10.         Mengingat risiko gula darah rendah pada DMTI selama dan setelah melakukan olahraga, sebaiknya pasien DMTI tidak diikutsertakan dalam latihan olahraga pada umumnya. Mereka masih mungkin melakukan olahraga ringan dengan pengawasan cermat, dan memilih obat human mono-component short acting insulin dan pengawasan sendiri kadar gula darah.
11.         Beberapa komplikasi DM menjadi lebih berat akibat olahraga dan hal ini perlu dipertimbangkan, misalnya retinopati proliferatif yang berkembang menjadi perdarahan retina, memberatnya proteinuria pada nefropati yang mungkin disebabkan oleh perubahan pengaliran darah ginjal, pasien dengan neuropati perifer lebih mudah mengalami trauma jaringan lunak dan sendi tungkai bawah, pasien dengan neuropati otonom lebih mudah mengalami serangan jantung dan hipotensi postural.
12.         Peningkatan ambilan gula dan pemakaran gula terjadi pada otot yang sedang mendapat beban latihan fisik. Kemampuan produksi gula dari hati tidak mampu mengimbangi penggunaan gula bila olahraga dilakukan dalam waktu lama, sehingga pasien mengalami gula darah rendah.

Petunjuk Program Olahraga Bagi Pasien Diabetes Mellitus
Dalam menyelenggarakan program olahraga bagi pasien DM, tidak cukup hanya mempertimbangkan manfaat, kerugian, dan kondisi masing-masing pasien, tapi perlu juga memperhatikan petunjuk-petunjuk dalam menyusun program tersebut sebagai berikut.
1.            Olahraga yang baik bagi pasien DM adalah olahraga yang sesuai dengan pasien dan dapat meningkatkan kesegaran jasmani. Untuk itu dipilih program latihan yang bersifat :
a.            Berkesinambungan
Latihan harus dilakukan terus-menerus tanpa henti, misalnya latihan terus-menerus selama 30 menit
b.            Berirama
Dipilih latihan-latihan yang berirama agar otot-otot mengkerut (kontraksi) dan memanjang (relaksasi) secara teratur, sebagai contoh adalah : jalan kaki, jogging, lari, dan renang.
c.            Progresif
Latihan dalam olahraga ditingkatkan secara bertahap sehingga makin lama makin berat. Setelah tubuh sudah dapat menyesuaikan pada suatu tingkatan latihan, maka beban latihan dapat ditingkatkan.
d.            Daya Tahan
Diusahakan melakukan suatu program latihan daya tahan sehingga dapat memperbaiki kesegaran jantung dan pembuluh darah. Program daya tahan ini adalah yang paling penting bagi pasien DM.
2.            Respon peningkatan denyut jantung dapat dipergunakan untuk mengukur intensitas latihan fisik. Sebagai patokan yang dapat dicapai waktu melakukan olahraga adalah jumlah denyut nadi maksimal permenit yang dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Denyut nadi maksimal = 220 – umur
Sebaiknya dalam melakukan olahraga, maka denyut nadi sampai 72-87% dari denyut nadi maksimal.
Antara 72-87% dari denyut nadi maksimal ini disebut training zone. Latihan yang tidak mencapai training zone berarti takarannya kurang sehingga manfaatnya kurang.
Contoh :
Pasien berumur 60 tahun maka denyut nadi maksimal adalah 220 – 60 = 160 denyut/menit.
Dalam melakukan latihan diusahakan agar denyut nadi mencapai training zone yang jumlahnya adalah : 72-87% x 160 = 115-139 denyut/menit.

Untuk melihat data yang lebih lengkap silahkan click link ini.




Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 22.20 0 komentar  

PENGELOLAAN dan PENANGANAN DIABETES MELLITUS

         Pada umumnya tujuan pengelolaan Diabetes Mellitus adalah menghilangkan keluhan dan gejala Diabetes Mellitus serta mencegah komplikasi yang dapat timbul dengan cara menormalkan kadar gula, lemak, dan insulin darah.
        Tujuan ini dapat dicapai apabila pasien berpartisipasi secara aktif dalam pengelolaan selain pengobatan yang diberikan dokter. Oleh karena itu pengelolaan Diabetes Mellitus bukan hanya pemberian obat tetapi mencakup 4 hal, yaitu :
1. perencanaan makan
2. latihan jasmani
3. obat berkhasiat hipoglikemik
4. penyuluhan
        Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengelolaan Diabetes Mellitus pada seorang pasien, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi yakni seperti panduan pengendalian Diabetes Mellitus yang terlihat pada link yang tercantum tersebut ini.

Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 21.54 0 komentar  

Perencanaan Makan Bagi Diabetes Mellitus


PERENCANAAN MAKAN BAGI PASIEN DIABETES MELLITUS

Dalam pengelolaan Diabetes Melitus (DM) secara menyeluruh, perencanaan makan merupakan hal yang penting. Umumnya pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan untuk selama 4–6 minggu dengan disertai kegiatan jasmani yang cukup. Terapi Gizi Medis yang direkomendasi oleh American Diabetes Association (ADA) tahun 1994, merupakan pendekatan yang sangat baik dalam meningkatkan kemampuan pasien untuk mengontrol metabolik yang lebih baik.
Perencanaan makan bagi pasien ternyata masih banyak kendala dalam hal kepatuhan terhadap prinsip gizi dan pelaksanaannya, terutama dalam merubah gaya hidup dan menentukan tujuan yang akan dicapai. Berikut ini akan dikemukakan secara sederhana mengenai perencanaan makan tersebut.

Tujuan
Tujuan umum perencanaan makan adalah membantu pasien memperbaiki kebiasaan makan disamping olahraga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik.
Secara lebih spesifiknya, tujuan perencanaan makan juga meliputi beberapa hal yakni :
1.            Mempertahankan gula darah pasien menjadi atau mendekati normal
2.            Kadar serum lipid yang optimal
3.            memberikan energi yang cukup untuk mencapai atau mempertahankan :
·         berat badan yang ideal pada orang dewasa.
·         Pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada anak dan remaja
·         Kebutuhan metabolik yang optimal selama hamil dan menyusui
·         Penyembuhan penyakit katabolik
4.            menghindari dan menangani komplikasi akut seperti koma hipoglikemi, koma hiperglikemi, penyakit-penyakit jangka pendek serta masalah yang dapat terjadi pada saat latihan jasmani.
5.            menghindari komplikasi kronik jangka panjang, seperti penyakit ginjal, neuropati,hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, dan lain-lain.

Prinsip Perencanaan Makan Bagi Pasien
Prinsip perencanaan makan yang baik bagi diabetes harus memenuhi syarat 3 J yaitu : Jumlah, Jenis, dan Jadwal makan.

Kalori
Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan dan kegiatan jasmani, kebiasaan makan, manifestasi klinik dan mencapai berat badan yang sesuai.
Terdapat beberapa cara perhitungan berat badan yang ideal, yaitu sebagai berikut :
1.            BB idaman : 90% x (TB–100) x 1 kg
Pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan wanita kurang dari 150 cm atau umur >40 tahun BB idaman dihitung 100%.
Sebagai petunjuk :
            Kurus                   : <90% berat badan idaman
            Normal                 : 90–110% berat badan idaman
            Overweight          : 110–120% berat badan idaman
            Obes                     : >120% berat badan idaman
2.            Indeks Massa Tubuh : BB/TB2
BB idaman 100% sama dengan IMT
·         Pada wanita 21 kg/m2
·         Pada pria 22,5 kg/m2
Untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan diabetisi diperhitungkan kalori basal yang besarnya antara 25–30 kalori/kg BB ideal, ditambah atau dikurangi beberapa faktor, yaitu sebagai berikut (Lihat lampiran) :
1.            Jenis Kelamin
Kebutuhan kalori pada wanita lebih sedikit daripada pria. Untuk itu dipakai 25 kal/kg BB untuk wanita dan 30 kal untuk pria/kg BB.
2.            Umur
Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori jauh lebih tinggi. Dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kal/kg BB. Pada umur 1 tahun kebutuhan lebih kurang 1000 kal/hari, selanjutnya anak umur lebih dari 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori pertahun.
Pada usia 40-59 tahun kalori dikurangi 5% tiap dekade, sedangkan antara usia 60-69 tahun kalori dikurangi 10%, dan di atas 70 tahun kalori dikurangi 20%.
3.            Aktivitas Fisik
Keadaan istirahat kebutuhan kalori basal ditambah 10%
Aktivitas ringan : pegawai kantor, toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, dan lain-lain, kebutuhan ditambah 20% dari kebutuhan basal.
Aktivitas sedang : pegawai industri ringan, mahasiswa, militer sedang tidak perang, kebutuhan ditambah 30% dari kebutuhan basal.
Aktivitas berat : tukang becak, tukang gali, pandai besi, kebutuhan ditambah 50% dari kebutuhan basal.
4.            Kehamilan / Laktasi
Permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/hari, pada trimester II dan III kalori ditambah 350 kalori perhari. Pada waktu laktasi diperlukan tambahan 50% dari kebutuhan basal.
5.            Adanya Komplikasi
Infeksi, trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori sebesar 13% untuk setiap kenaikan 1ºC.
6.            Berat Badan
Bila terlalu gemuk atau terlalu kurus, dikurangi atau ditambah sekitar 20-30% bergantung tingkat kegemukan atau kekurusannya.

Cara lain yang lebih mudah sebagai pegangan kasar yaitu untuk pasien kurus : 2300 – 2500 kalori, normal : 1700 – 2100 kalori, dan 1300 – 1500 kalori. Tabel berikut dapat dipakai sebagai patokan.

Tabel Kebutuhan Kalori Pasien Diabetes Mellitus Dewasa (Kalori/kg BB ideal)
kerja
Santai
Sedang
Berat
Gemuk
Normal
Kurus
25
30
35
30
35
40
35
40
40–50

Berapa kilogram berat badan harus diturunkan ?
Biasanya dengan menurunkan beberapa kilogram saja sudah cukup untuk memperbaiki kerja insulin dan menurunkan kadar glukosa darah. Setiap kilogram yang berkurang sangat membantu meningkatkan sensitifitas kerja insulin.
Untuk menurunkan berat badan tidak ada resep rahasia, hanya harus mengurangi makanan yang mengandung tinggi kalori. Untuk itu selain mengurangi jumlah kalori yang anda makan juga harus merubah susunan bahan atau pola makanan.
Usaha untuk menurunkan berat badan dapat dibantu dengan menambah aktivitas gerak badan, sehingga lebih banyak kalori yang terpakai daripada sebelumnya. Pada kegiatan yang menggunakan otak, seperti main catur, mengisi teka-teki silang, dan lain-lain, tidak menaikkan pemakaian energi (kalori).
Penggunaan obat-obatan pelangsing badan terbukti tidak berguna, atau bahkan berbahaya akibat efek sampingnya. Begitu pula cara-cara lain, seperti : hipnotis, penggunaan hormon, operasi-operasi tertentu, akupuntur, dan lain-lain, tidak akan menurunkan anda dalam rangka menurunkan berat badan.

Jenis Makanan
Karbohidrat untuk pasien DM
Umumnya telah disepakati konsumsi karbohidrat (KH) dalam makanan di atas 50%. Konsumsi Diet DM di Indonesia menganjurkan 50-70%. Karbohidrat Diet A 60%, Diet B 68%, sedangkan ADA tahun 1994 menganjurkan 50-60% KH. Dampak negatif diet tinggi karbohidrat adalah meningkatkan trigliserida.
Hanya karbohidrat yang akan mengakibatkan kadar glukosa darah naik. Karbohidrat dapat dibagi dalam 2 kelompok. Karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks misalnya terdapat di dalam nasi, kentang, roti, mie, ubi. Sedangkan karbohidrat sederhana sebaiknya dihindari. Sebagai pengganti dapat digunakan pemanis yang non kalori seperti sorbitol, manitol atau fruktose. Karbohidrat kompleks diubah di dalam usus menjadi bagian-bagian kecil glukosa.
Untuk DM dengan berat badan berlebih, bahan-bahan makanan yang sesuai adalah yang banyak mengandung karbohidrat kompleks dan juga protein. Sebagai petunjuk : Makanlah separuh jumlah dari yang biasa Anda makan.
Yang termasuk kelompok makanan tersebut adalah sebagai berikut :
·         Bermacam-macam roti tawar, nasi, mie, bihun, makaroni.
·         Kentang, jagung, kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, yahu, oncom.
Kadar serat yang dianjurkan sebagai KH adalah 25–35 gr/hari terutama serat yang larut dalam air.



Protein untuk Pasien DM
ADA menganjurkan konsumsi protein 0,8-1 gr/kg BB/hari dan merupakan 12-20% dari kalori sehari. Pada pasien dengan proteinuri tinggi, maka protein yang dibatasi lebih ketat adalah 0,6 gr/kg/hari.
Untuk menurunkan berat badan, bahan makanan yang sesuai adalah protein yang tidak berlemak. Di sini berlaku juga istilah “makan separuh dari biasanya!”
Contoh :
·         Daging-daging yang tidak/sedikit berlemak
·         Segala macam ikan dan makanan dari laut

Lemak untuk pasien DM
Disebutkan bahwa diet rendah lemak tidak lebih dari 40% akan memperbaiki profil lemak darah. Oleh karna itu menu pasien DM dianjurkan membatasi konsumsi lemak. Konsensus pengelolaan diabetes Indonesia menganjurkan konsumsi lemak kurang 30%. Diet B dan diet A di Surabaya menganjurkan 20%. Dengan pembatasan lemak sampai 20%, lemak jenuh (saturated fatty acid) tidak lebih dari 10% jumlah kalori sehari, serta kolesterol kurang dari 300 mg/hari, hal ini akan memperbaiki profil lipid darah. Sebagai pengganti digunakan monounsaturated fatty acid (olive, canola, peanut oil), atau poliunsaturated fatty acid (corn, sunflower, cottonsead, soy oils).
Selain itu minyak ikan yang banyak mengandung omega 3 yang tergolong poliunsaturated fatty acid sangat dianjurkan. Beberapa uji coba ikan lemuru oleh Suyono di Jakarta serta uji coba tempe di Surabaya dapat memperbaiki profil lipid darah.

Sayur sayuran :
Terdapat beberapa pendapat serta pembagian golongan sayuran A dan B untuk pasien DM. Meskipun demikian tampaknya sayur-sayuran lebih bebas dapat dimakan oleh pasien DM, seperti hal di bawah ini.
Terong, kembang kol, buncis, jamur petsay, ketimun, labu air, labu siam, daun bawang, oyong, kangkung, tomat, kecipir, kol, lobak, pepaya muda, rabung, sawi, selada, tauge, cabe hijau besar, bayam, bit, daun singkong, daun melinjo, kucai, genjer, kacang panjang, kacang kapri, nangka muda, pare, bawang, dan banyak lagi. Selain itu juga segala macam bumbu yang segar atau kering, ataupun cuka.

Golongan Sayuran A
Sayuran Golongan A


Bayam
Buncis
Pare
Wortel
Labu siam
Jagung muda
Daun luntas
Daun melinjo
Daun pepaya
Daun lompong
Daun singkong
Daun ubi jalar
Kacang kapri
Kacang panjang
Nangka muda
Jantung pisang
Contoh :
sayuran golongan A : harus ditimbang 100 gram sayuran golongan A yang mengandung 50 kalori, yang terdiri dari protein 3 gram dan hidrat arang 10 gram.

Golongan Sayuran B
Sayuran Golongan B


Daun koro
Mbayung
Gambas
Kangkung
Ketimun
Cabai hijau
Daun labu siam
Gobis
Kembang kol
Labu air
Lobak
Pepaya muda
Jamur segar
Kecipir
Selada
Seledri
Tauge
Terong
Rebung
Sawi
Tomat
Contoh :
sayuran golongan B : mengandung sedikit kalori, protein dan hidrat arang. Sayuran ini dapat digunakan agak bebas ranpa diperhitungkan, asalkan masih dalam jumlah yang wajar.

Buah-buahan yang sesuai untuk pasien DM
Pada buah-buahan juga terdapat penggolongan A dan B, tetapi pada prinsipnya segala macam buah-buahan yang tidak manis (lihat lampiran), adalah sesuai untuk menurunkan berat badan. Untuk itu berlaku istilah : makanlah separuh daripada jumlah yang biasa anda makan.

Buah Golongan A
Buah golongan A
Banyaknya
50 gram mangga
50 gram nangka masak
50 gram durian
75 gram duku
75 gram anggur
75 gram rambutan
50 gram sawo
50 gram sirsak
75 gram nanas
100 gram jeruk manis
½ buah sedang
3 biji
3 biji
15 buah besar
10 buah
8 buah
1 buah sedang
½ gelas
1/6 buah sedang
2 buah sedang

Buah Golongan B
Buah golongan B
Banyaknya
100 gram jambu air
75 gram bengkoang
50 gram pisang
125 gram belimbing
50 gram adpokat
75 gram jambu bol
100 gram kedondong
100 gram pepaya
75 gram salak
150 gram semangka
75 gram apel
2 buah sedang
1 buah besar
1 buah sedang
1 buah besar
½ buah besar
¾ buah sedang
1 buah sedang
1 potong
1 potong sedang
1 potong sedang
½ buah sedang
Disarankan sebaiknya jangan mengkonsumsi buah-buahan golongan A. Dalam 50 gram pisang mengandung 40 kalori, yang terdiri dari karbohidrat 10 gram.

Vitamin dan Elektrolit
Garam dapur dianjurkan pembatasan tidak lebih dari 3000 mg/hari, pada darah tinggi tidak lebih dari 2400 mg/hari (ADA, 1994). Vitamin dan mineral sama dengan Non DM, namun beberapa vitamin seperti Vitamin C dosis tinggi, Vitamin E, dan beta karoten disebut sebagai antioksidan yang dapat menghambat progresivitas proses degeneratif pembuluh darah.

Bahan Makanan Yang Membantu Untuk Menurunkan Berat Badan
Untuk menurunkan berat badan, bahan makanan yang mengandung banyak air sangat membantu, karena hampir tidak mengandung kalori. Yang termasuk kelompok bahan makanan tersebut adalah minuman : air, kopi, dan teh tanpa gula atau yang dimaniskan dengan bahan pemanis yang tidak mengandung kalori. Minuman tersebut boleh dan perlu diminum bila Anda ingin menurunkan berat badan.
Selain itu, semua jenis sayuran termasuk bahan makanan yang sangat membantu, karena 95% atau lebih terdiri dari air. Oleh sebab itu, tidak perlu terlalu ketat menghitung kalorinya.
Pada konsensus pengelolaan DM telah ditentukan standard yang dianjurkan sebagai komposisi makanan yang seimbang adalah :
            Karbohidrat 60–70%           Protein 10–15%                   Lemak 20–25%.
Jumlah kolesterol sebaiknya kurang dari 300 mg/hari.
Serat dianjurkan 25 gr/hari berupa serat yang larut.
Agar tidak membosankan dalam makanan sehari–hari, telah disusun pola menu makanan pengganti sebagai variasi makanan sehari–hari.

Golongan I : Nasi dan Penggantinya
100 gram nasi
Banyaknya
400 gram bubur beras
200 gram nasi tim
100 gram nasi jagung
200 gram kentang
100 gram singkong
200 gram tales
150 gram ubi
80 gram roti putih
40 gram maizena
50 gram mie kering
100 gram mie basah
50 gram mie hun
50 gram crackers
50 gram tepung beras
40 gram tepung hunkwe
40 gram tepung singkong
50 gram tepung terigu
50 gram havermouth
1 ½ gelas
1 gelas
¼ gelas
4 biji sedang
1 potong sedang
½ biji sedang
1 biji sedang
 4 iris
7 sdm
1 gelas direbus
1 gelas
½ gelas
5 buah besar
8 sdm
7 sdm
8 sdm
12 sdm
7 sdm
100 gram nasi mengandung 175 kalori, yang terdiri dari protein 4 gram dan karbohidrat 40 gram.

Golongan II : Daging dan Penggantinya
50 gram daging sapi
Banyaknya
25 gram daging babi kurus
50 gram daging ayam
50 gram hati sapi
60 gram babat
75 gram usus sapi
75 gram telur ayam betina
60 gram telur bebek
50 gram ikan segar
25 gram ikan asin
25 gram ikan teri
50 gram udang basah
30 gram keju
60 gram telur ayam negeri
100 gram bakso daging
1 potong sedang
1 potong sedang
1 potong sedang
2 potong sedang
7 bulatan
2 butir
1 butir
1 potong sedang
1 potong sedang
2 sdm
¼ gelas
1 potong sedang
1 butir
10 biji besar
50 gram daging mengandung 95 kalori, yang terdiri dari protein 10 gram dan lemak 6 gram


Golongan III : Tempe dan Penggantinya
50 gram tempe
Banyaknya
100 gram tahu
50 gram oncom
25 gram kacang hijau (rebus)
25 gram kedelai
25 gram kacang merah
25 gram kacang tanah
25 gram kacang tolo
20 gram keju kacang tanah
1 biji
2 potong sedang
½ gelas
2 ½ sdm
2 ½ sdm
2 sdm
2 ½ sdm
2 sdm
50 gram tempe mengandung 80 kalori, yang terdiri dari protein 6 gram dan lemak 3 gram, karbohidrat 8 gram.

Bahan Makanan Yang Tidak Sesuai Untuk Pasien DM
Yang tidak sesuai untuk pasien DM adalah bahan makanan yang mengandung banyak lemak. Ciri-ciri menu makanan Barat adalah tinggi lemak lebih dari 50%. Untuk itu berlaku istilah “sebaiknya dihindari”.
Bahan–bahan tersebut adalah :
·         Minyak, mentega, margarin, mayonaise, kuning telur
·         Kacang tanah, keju
·         Santan, telur
·         Daging yang berlemak
Yang juga tidak sesuai untuk menurunkan berat badan adalah bahan makanan yang mengandung banyak gula. Untuk itu berlaku istilah “hindarilah!”
·         Gula dalam segala bentuk, kecuali sedikit sebagai bumbu masakan
·         Kue, cokelat, permen
·         Madu, dodol
Minuman yang tidak sesuai untuk menurunkan berat badan adalah minuman yang dimaniskan dengan gula dan alkohol. Oleh karena itu berlaku istilah : “hindari!”
·         Sirop, teh botol, coca-cola, bir, fanta, dan lain-lain.
(William)

Click disini untuk mengambil download artikel asli.

Diposting oleh Article of Food Health and Public Health di 21.41 0 komentar